Bersakit-sakit dahulu, jadi BIDAN kemudian

Ini cerita yang ingin saya bagi, semoga bisa menjadi pemicu semangat atau entahlah apa saja yang bisa saya bantu untuk mahasiswa bidan dimanapun kalian berada.

Pertama kali saya memutuskan untuk mengambil pendidikan di jalur BIDAN, yang tergambar dipikiran saya hanya betapa enaknya menjadi bidan hanya dengan ‘tangan’nya saja sudah bisa menolong ibu-ibu bersalin, melahirkan insan-insan titipan Tuhan kedunia, serta membantu klien-klien nya yang membutuhkan.  Yang tergambar hanya betapa banyak pahala yang didapatkan dengan menjadi seorang bidan. Hingga akhirnya saya benar-benar mengambil jalur bidan selain dukungan keluarga yang sangat mendukung jadi pelancar jalan saya. Jatuhlah pilihan saya untuk berkuliah di Akademi Kebidanan Swasta yang ada di Banjarmasin yang saya percaya dan yakin kalau AKBID ini adalah AKBID yang terbaik. ya, itu pemikiran saya.

Ternyata, benar apa yang saya pikirkan. Ketika kita memilih yang terbaik pasti memiliki ujian yang tersulit. Itu yang terjadi, saat masuk pendaftaran saja sudah melalui begitu banyak ujian dan test dari test pengetahuan, psikotest, test kesehatan dan wawancara. Satu persatu test itu terlewati dan alhamdulillah jalan saya diridhoi Allah SWT. Akhirnya saya bergabung di AKBID tercinta, almamater yang begitu membanggakan untuk saya. Yang bisa mengajarkan saya banyak hal dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa.

Kuliah di kebidanan ternyata jauh dari yang saya pikir, tidak ada kata istirahat. kuliah full 6 hari dalam seminggu, belum lagi magang atau kalau di kampus saya lebih akrab dengan sebutan stenan di tempat Bidan praktik setiap hari. selalu ada tugas dimalam harinya, belum lagi praktik mandiri, Asuhan kebidanan yang sebegitu banyaknya dengan target-target praktik yang harus kami kuasai. 3 tahun itu terasa sangat melelahkan terlebih ketika harus bisa memanage waktu diantara tugas, target, praktik. Tapi alhamdulillah semuanya terlalui, dan saya sekarang merasa apa hal hal berat yang kami lewati itu wajar. karena apa?? karena kami akan menjadi BIDAN. Bidan yang menolong dengan pertaruhan nyawa, nyawa bayi dan nyawa ibu. itu tidak main-main!! manusia yang jadi klien. Tidak seperti bengkel yang kalaupun gagal memperbaiki motor masih bisa diganti dengan yang baru, tapi ini manusia ciptaan Yang Maha Kuasa. Sempat ingin menyerah, tapi ingat kembali tujuan membuat saya bangkit lagi.

Ini yang saya rasakan sekarang, apa yang kami lewati tidak akan sia-sia. setiap titik peluh, titik keringat yang kami keluarkan akan ada hasilnya. seperti kata-kata yang sering dikatakan ibu saya “apa yang kita tabur, itu yang kita tuai”

Alhamdulillah, akhirnya setelah 3 tahun berjuang belajar dan belajar demi menjadi bidan selesai sudah. Gelar Ahli Madya Kebidanan pun sudah disandang. sekarang kami seperti keluar dari cangkang telur, keluar dari penjagaan kedunia yang lebih keras yang lebih menyimpan ujian sesungguhnya. Dan semoga niat tulus kami untuk bisa menolong wanita sepanjang daur kehidupannya mendapat restu dari Allah SWT dan melindungi setiap jalan yang kami tempuh.

ALUMNUS 2011 SEMANGAT MENCARI KERJA!! SEHATKAN INDONESIA SEHATKAN DUNIA :)

Share this nice post:

Incoming search terms:

  • enaknya jadi bidan
  • tes masuk kebidanan
  • apa saja tes kesehatan masuk kebidanan
  • proses menjadi bidan
  • APA ENAKNYA JADI BIDAN
  • tes kesehatan masuk akbid
  • tes menjadi bidan
  • tes kesehatan masuk bidan
  • tes kesehatan apa saja buat masuk akbid
  • test masuk kebidanan
Filed in: goresan lain

You might like:

Tips dan trik merawat organ intim Tips dan trik merawat organ intim
Lotus Birth Lotus Birth
Peran dan Fungsi Bidan Peran dan Fungsi Bidan
Kenaikan Berat Badan Normal saat kehamilan Kenaikan Berat Badan Normal saat kehamilan

14 Responses to "Bersakit-sakit dahulu, jadi BIDAN kemudian"

  1. nia says:

    SEMANGAT BIDAN INDONESIA!!

  2. Faiz Ezra says:

    Bidan itu bukan pekerjaan mudah, harus siap dipanggil di tengah malam, harus selalu siap mendengar celoteh warga, belum lagi asumsi di masyarakat bahwa bidanitu kehadirannya menyaingi dukun beranak padahal lewat bidanlah akte kelahiran bisa di dapat, so..selamat menjadi bidan, teruslah berkarya..

  3. hariesaja says:

    enak nih berteman dengan bidan, bisa konsultasi gratis….*ngarep*

  4. gambut says:

    lulus kawa langsung buka praktek lah.:D

  5. dewy says:

    sungguh terharu membca nya proses menjadi seorang bidan…..

  6. iezul says:

    hoooo blognya ganti yaa neng….
    baru tau :)

    hmmm jadi pengen jadi bidan,,,ahhhh emank eke’ cowok apa’an…hihihi

Leave a Reply

Submit Comment
*

© 2013 Satu Bidan. All rights reserved.
Proudly designed by Theme Junkie.

Switch to our mobile site