Penyebab Kram Perut Saat Hamil Dan Cara Mengatasinya

Penyebab Kram Perut Saat Hamil  РKehamilan sangat erat kaitannya dengan kram pada perut. Hal ini bisa terjadi sewaktu-waktu yang dimulai saat siklus menstruasi hilang di awal kehamilan, kemudian berlanjut hingga persalinan. Kemunculan kram saat siklus menstruasi menghilang merupakan pertanda bahwa embrio di dalam rahim sedang tumbuh. Rasa kram ini bukanlah pertanda buruk, melainkan pertanda bahwa embrio di dalam rahim Anda berkembang dengan sempurna.

kram-perut-saat-hamil

penyebab kram perut saat hamil

Kram pada perut yang semakin parah, utamanya pada awal kehamilan hingga pertengahan kehamilan bisa juga menjadi indikator bahwa terjadi keguguran. Hal ini bisa dipastikan apabila kram tersebut diikuti dengan pendarahan. Selain itu, kram perut saat hamil juga bisa menjadi pertanda bahwa sedang terjadi kehamilan ektopik. Ini merupakan jenis kehamilan dimana sel embrio di dalam rahim tidak bisa berkembang . Saat kehamilan ektopik, maka embrio akan tumbuh pada bagian tuba fallopi. Sementara itu, bagian tuba fallopi tidak memiliki ruang yang cukup bagi embrio untuk berkembang. Akibatnya, sang ibu akan merasakan kram yang sangat hebat karena tuba fallopinya yang semakin melebar dan meregang. Hal ini juga akan membuat sang calon bayi tidak bisa dideteksi sehingga harus mendapatkan penanganan khusus. Pada kondisi tertentu, tuba fallopi yang melebar ini bisa membuat sang ibu kehilangan nyawa.

Sementara itu, kram yang muncul menjelang persalinan atau di akhir periode kehamilan merupakan pertanda bahwa tubuh sang ibu sudah siap untuk melahirkan. Dalam artian lain, kram yang dialami pada masa ini merupakan kram yang sudah sangat ditunggu-tunggu. Jika kram yang dirasakan terjadi secara ringan menandakan bahwa kontraksi yang terjadi juga masih ringan. Ini merupakan proses dimana rahim melakukan pemanasan untuk melakukan persalinan.

Penyebab Kram Perut Saat Hamil

Kasus kram seperti di atas memang tidaklah membahayakan. Namun faktanya, kram perut bisa saja menjadi indikator bahwa ada masalah pada kehamilan tersebut. Kram yang dirasakan di awal masa kehamilan atau sesaat setelah hilangnya siklus menstruasi bisa menjadi pertanda bahwa ada kesalahan di dalam perkembangan embrio. Nah, jika Anda mengalami hal seperti ini, maka segera periksakan kandungan Anda. Hal seperti di atas harus ditangani dengan cepat agar kondisi embrio bisa diketahui. Untuk bisa memastikan apakah embrio berkembang secara semestinya, maka dibutuhkan pemeriksaan gelombang ultrasonik. Hal ini bertujuan agar kondisi kandungan tidak semakin memburuk.

Baca juga: Cara Mengatasi Kram Perut Saat Haid

Secara umum, penyebab kram perut saat hamil yang terasa begitu hebat dan terjadi selama minggu ke 20 hingga ke 37 bisa menjadi pertanda bahwa akan terjadi persalinan lebih dini. Jika kelahiran prematur ini memang harus terjadi, ada beberapa jenis obat-obatan yang bisa membantu untuk menghentikan air ketuban dan juga membantu paru-paru janin agar lebih siap. Selain menjadi pertanda bahwa waktu persalinan yang sudah dekat, kram pada masa akhir kehamilan juga bisa menjadi indikator bahwa janin yang dikandung terlilit oleh plasenta. Kondisi janin seperti ini sangat membahayakan, baik itu untuk dirinya sendiri maupun bagi sang ibu. Jika hal ini sudah terjadi, maka harus dilakukan persalinan dengan segera.


Cara Mengatasi Kram Perut Saat Hamil

Jika Anda sering merasakan kram selama periode kehamilan, maka biasakanlah untuk duduk dengan posisi lutut yang sejajar di depan. Selain itu, perbanyak pula konsumsi air putih dan sebaiknya saat mandi gunakan air hangat.  Meskipun terdengar umum terjadi, namun jangan pernah menyepelekan kram selama kehamilan, karena banyak bahaya yang bisa mengancam, misalnya kehamilan ektopik yang muncul tanpa adanya rasa nyeri. Maka dari itu, biasakan untuk berkonsultasi dengan dokter agar kram perut saat hamil yang Anda rasakan tidak membahayakan janin yang sedang dikandung.

Penyebab Kram Perut Saat Hamil Dan Cara Mengatasinya | admin | 4.5